Tampilkan postingan dengan label INFO ANAK KOTEKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO ANAK KOTEKA. Tampilkan semua postingan
DUA HARI KONFLIK MONI-DANI, 63 ORANG TERLUKA, 2 ORANG TEWAS
Label:
AMP,
INFO ANAK KOTEKA,
INFO PAPUA DUNUG,
TNPB,
WPNCL
AHRC LUNCURKAN LAPORAN KEJAHATAN GENOSIDA DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA (OPERASI MILITER 77-78)
Rabu, 12 Maret 2014
![]() |
| Helikopter Iroquois yang disebut-sebut disediakan oleh Australia dan terlibat dalam aksi pembunuhan masal di Pegunungan Tengah Papua, tahun 1977-1978 (http://www.museumofflight.org) |
Laporan yang merupakan hasil riset selama lebih dari tiga tahun ini akan diluncurkan besok (Kamis, 24 Oktober 2013). Laporan ini merinci pembunuhan massal dengan berondongan tembakan udara dan pemboman di sekitar Lembah Baliem pada tahun 1977. Laporan ini sendiri, sebelumnya sudah diperkenalkan dalam pertemuan konslutasi Papua di kantor Dewan Gereja Dunia di Geneva dan juga dalam satu side event di Room XXII, Sekretariat PBB, Palais des Nations, Geneva pada bulan September lalu.
Answer Styannes dari AHRC, kepada Jubi (23/10) mengatakan ribuan orang di Papua Barat mengingat kejadian yang telah diuraikan dalam laporan itu. Dalam satu insiden yang dikisahkan oleh para saksi mata, selain pemboman udara dan penembakan membabi buta yang melibatkan pesawat tempur Amerika, saksi korban menceritakan “kekejaman yang tak terkatakan” yang dilakukan tentara Indonesia dalam operasi di pegunungan tengah itu. Di antara kekejaman tersebut antara lain warga yang di sayat dengan pisau cukur, dipaksa makan kotoran tentara, dilemparkan ke dalam sumur, ditenggelamkan, dikubur, dibakar dan direbus hidup-hidup. Tak hanya itu, banyak perempuan yang diperkosa, payudara mereka dipotong dan organ internal mereka ditarik keluar. Bahkan penis dari korban yang tewas dipotong dan dijejalkan ke dalam mulut mereka. Saksi mata lainnya juga menyebutkan banyak bayi dan anak-anak yang ditembak, dipenggal dan dibakar sampai mati.
Penelitian yang akan dirilis ini, lanjut Answer menjadi salah satu episode paling kejam dalam sejarah Papua Barat. Laporan ini juga mengklaim bahwa dua helikopter disediakan oleh pemerintah Australia dalam operasi militer di tahun 1970 dan terlibat dalam pengeboman yang terjadi di Pegunungan Tengah tahun 1977.
“Dua helikopter Iroquois dipasok oleh Australia berada di antara pesawat yang digunakan oleh komando militer daerah di Papua Barat dalam operasi di Pegunungan Tengah pada tahun 1977 dan 1978 yang menewaskan ribuan warga sipil.” kata Answer.
Laporan ini dikumpulkan dari wawancara saksi korban yang selamat dari operasi militer di 15 kelompok masyarakat yang terkena dampak dan informasi dari catatan sejarah, untuk mengkompilasi sebuah daftar dari nama-nama 4146 korban yang diidentifikasikan sebagai korban pembunuhan.
“Laporan ini konsisten dengan perkiraan korban yang tewas dalam operasi 1977-1978 yang berjumlah antara 5000 dan hingga puluhan ribu.” ujar Answer.
Direktur Kebijakan dan Program AHRC, Basil Fernando menyebutkan “pola kekerasan massal” yang terjadi ini merupakan kejahatan genosida, dimana korban tewas mencapai 5000 hingga puluhan ribu.
“Yang paling mengejutkan adalah bahwa selama bertahun-tahun hampir tidak pernah ada penyelidikan terkait kasus pembunuhan massal ini, dan isu-isu politik tetap tidak terselesaikan,” lanjut Fernando.
AHRC, menurut Fernando menyerukan permintaan maaf, ganti rugi dan proses dialog dari pemerintah Indonesia sebagai “langkah penting” menuju keadilan dan mencapai rekonsiliasi.
Pemerintah Indonesia hingga hari ini tidak pernah mengakui bahwa pembunuhan massal dan kejahatan terjadi dalam operasi militer di Pegunungan Tengah dan juga membantah pernah menggunakan napalm atau bom cluster di Papua. (Jubi/Victor Mambor)
Label:
AMP,
INFO ANAK KOTEKA,
INFO PAPUA DUNUG,
INFO PAPUA HUNUG,
INFO PUNCAK JAYA,
KABA PAPUA,
KNPB,
MELANESIA,
OPM-TPN,
SUARA KOTEKA,
TNPB,
WPNCL,
WPNLA
Kilas Balik HAM Perempuan Papua
Senin, 27 Januari 2014
Pemenuhan HAM bagi Perempuan Papua ternyata belum sepenuhnya dilakukan. Sejumlah tokoh perempuanpun harus menggerutu takkala membaca koran pagi yang masih saja berisikan kekerasan terhadap kaum hawa.
Masalah pemenuhan HAM bagi perempuan Papua, memang terkesan lambat. Sejumlah pihak yang berkecimpung dalam bidang ini, kerap pula tak serius menanganinya. Kekerasan demi kekerasan yang menimpa kaum hawa berjalan lurus dengan grafik penganiyaan yang menimpanya. Dalam tahun 2007, kekerasan yang terjadi pada perempuan di Papua masuk dalam peringkat ketiga terbesar diseluruh Indonesia. Disusul Maluku dan Yogyakarta. Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang kekerasan terhadap anak dan perempuan, kekerasan di Papua mencapai 13,62 %, Maluku 10,39 %, dan Yogyakarta 9,14 %. Survei mengambil sampel 68.800 rumah tangga yang tersebar di seluruh provinsi dengan blok sensus perkotaan dan pedesaan. Secara keseluruhan, Wien Kusdiatmono selaku penanggung jawab operasionalisasi tersebut memaparkan, kekerasan terhadap perempuan mencapai 3,07 %, 3,06 % terjadi di perkotaan dan 3,08 % di pedesaan. Sehingga diperkirakan di antara 100 orang, terjadi tiga kekerasan yang dialami perempuan. Jumlah kejadiannya mencapai 3 juta dengan 2,27 juta korban.
Kekerasan terhadap perempuan paling banyak dalam bentuk penghinaan sebesar 65,3 %, penganiayaan (25,3 %), pelecehan (11,3 %), penelantaran (17,9 %), dan dalam bentuk lainnya yang tidak didefinisikan (16,2 %). Menurut Wien, penganiayaan paling banyak terjadi di Papua dengan persentase 70,3 %. Adapun di Yogyakarta kekerasan dalam bentuk penghinaan paling tinggi terjadi dengan persentase 83,43, sedangkan Maluku dan Papua masing-masing 63,70 dan 53,42 %. Berdasarkan data Komnas Perempuan, kekerasan terhadap perempuan tercatat 12.209 pada 2004, meningkat dari 2003 sebanyak 7.787 kasus, 2002 sebanyak 5.163, dan 2001 sebesar 3.169 kasus.
Dominggas Nari dalam
Label:
AMPTP,
BAPTIS PAPUA,
INFO ANAK KOTEKA,
KNPB,
OPM-TPN,
SUARA KOTEKA,
WPNLA
AMP,
INFO ANAK KOTEKA,
SUARA KOTEKA,
TNPB,
WPNCL,
WPNLA
Penulis : Admin MS | Minggu, 26 Januari 2014 22:55
Puncak Jaya, MAJALAH SELANGKAH -- Salah satu warga Puncak Jaya, Melky malam ini, Minggu, (26/01/14) Pukul 09. 20 WIT kepada majalahaselangkah.com melalui telepon selulernya mengabarkan, aksi tembak-menembak antarTentara Nasional Indonesia (TNI) dan Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka masih berlanjut.
"Kami tidak bisa ibadat hari Minggu karena takut. Pemerintah daerah dan DPRD juga tidak ada. Malam ini juga kami takut, tidak ada yang keluar malam," kata ketika dihubungi majalahselangkah.com.
"Saya juga takut jadi tidak keluar. Tentara juga jalan patrol jadi. Apalagi ada bakar-bakar rumah. Nanti kami yang jadi korban. Kenapa pemerintah dan DPRD diamkah. Mulia aktivitas tidak ada ini, masyarakat bisa mati kelaparan," katanya.
Diketahui, Jumat, (24/01/14) lalu sempat terjadi kontak senjata antarTNI dan TPN/OPM di Pintu Angin, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua. Kontak senjata itu mengakibatkan dua orang tewas. Masing-masing dari pihak TNI atas nama Pratu Sugianto. Sementara, korban tewas dari pihak TPN/OPM bernama Endenak Telenggen.
Tapi, TNI mengklaim, korban tewas pihak TPN/OPM berjumlah 3 orang. Majalahselangkah.com belum mendapatkan konfirmasi dari TPN/OPM soal ini.
Seperti diberitakan sebelumnya di media ini, sumber majalahselangkah.com melaporkan, "Selama 4 hari TNI melakukan patroli di daerah Yambi. Tadi siang, aparat (TNI) baku ketemu TPN/OPM dan terjadi baku tempat. Kami dapat informasi, TPN/OPM kelompok Rambo menembak dua tentara. Satu meninggal dan satu anggota dibawa ke Jayapura jam 4 (pukul 16:00:red) dari Puncak Jaya".
Hingga mala mini, Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih bekum memberikan keterangan resmi soal ini.
Dikuti komnas-tpnpb.net, Komandan Operasi TPN/OPM Wilayah Puncak Jaya, Lekagak Telenggen mengatakan, pihaknya menembak anggota TNI, karena sejumlah TNI itu masuk ke markasnya.
"Kalau TNI masuk ke area markas kami pasti siksa masyarakat bahkan bunuh itu yang kami lawan mereka," ujar Lekagak.
Ia meminta, TNI jangan masuk ke Yambi atau dekat markas TPNPB. Kalau masuk, kata dia, pihaknya tetap melawan. "Jangan siksa atau bunuh masyarakat kalau mau lawan, dengan kami TPNPB-OPM," tegas Lekagak kepada media itu.
(GE/MS)
Aksi Baku Tembak Berlanjut di Puncak Jaya: Warga Tak Bisa Ibadah, Pemerintah Tak Ada
Minggu, 26 Januari 2014
Kota Puncak Jaya. Foto: Dok MS
Penulis : Admin MS | Minggu, 26 Januari 2014 22:55
Puncak Jaya, MAJALAH SELANGKAH -- Salah satu warga Puncak Jaya, Melky malam ini, Minggu, (26/01/14) Pukul 09. 20 WIT kepada majalahaselangkah.com melalui telepon selulernya mengabarkan, aksi tembak-menembak antarTentara Nasional Indonesia (TNI) dan Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka masih berlanjut.
"Kami tidak bisa ibadat hari Minggu karena takut. Pemerintah daerah dan DPRD juga tidak ada. Malam ini juga kami takut, tidak ada yang keluar malam," kata ketika dihubungi majalahselangkah.com.
"Saya juga takut jadi tidak keluar. Tentara juga jalan patrol jadi. Apalagi ada bakar-bakar rumah. Nanti kami yang jadi korban. Kenapa pemerintah dan DPRD diamkah. Mulia aktivitas tidak ada ini, masyarakat bisa mati kelaparan," katanya.
Diketahui, Jumat, (24/01/14) lalu sempat terjadi kontak senjata antarTNI dan TPN/OPM di Pintu Angin, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua. Kontak senjata itu mengakibatkan dua orang tewas. Masing-masing dari pihak TNI atas nama Pratu Sugianto. Sementara, korban tewas dari pihak TPN/OPM bernama Endenak Telenggen.
Tapi, TNI mengklaim, korban tewas pihak TPN/OPM berjumlah 3 orang. Majalahselangkah.com belum mendapatkan konfirmasi dari TPN/OPM soal ini.
Seperti diberitakan sebelumnya di media ini, sumber majalahselangkah.com melaporkan, "Selama 4 hari TNI melakukan patroli di daerah Yambi. Tadi siang, aparat (TNI) baku ketemu TPN/OPM dan terjadi baku tempat. Kami dapat informasi, TPN/OPM kelompok Rambo menembak dua tentara. Satu meninggal dan satu anggota dibawa ke Jayapura jam 4 (pukul 16:00:red) dari Puncak Jaya".
Hingga mala mini, Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih bekum memberikan keterangan resmi soal ini.
Dikuti komnas-tpnpb.net, Komandan Operasi TPN/OPM Wilayah Puncak Jaya, Lekagak Telenggen mengatakan, pihaknya menembak anggota TNI, karena sejumlah TNI itu masuk ke markasnya.
"Kalau TNI masuk ke area markas kami pasti siksa masyarakat bahkan bunuh itu yang kami lawan mereka," ujar Lekagak.
Ia meminta, TNI jangan masuk ke Yambi atau dekat markas TPNPB. Kalau masuk, kata dia, pihaknya tetap melawan. "Jangan siksa atau bunuh masyarakat kalau mau lawan, dengan kami TPNPB-OPM," tegas Lekagak kepada media itu.
(GE/MS)
Label:
AMP,
INFO ANAK KOTEKA,
SUARA KOTEKA,
TNPB,
WPNCL,
WPNLA
PROMOSI DEMOKRASI DAN PERDAMAIAN: Sistem Noken Akan Selalu Memakan Korban
Sabtu, 25 Januari 2014
![]() |
| Pares.L.W |
Breaking News
Selasa, 21 Januari 2014
SON Koteka NEWS
Jayapura , 9/1 ( Jubi ) - There is interest from the presence of a second son Tiago Jackson , coach of Roma Jayapura . Presence (01/20/2014 04:32)
Jackson Tiago , Jayapura , 9/1 ( Jubi ) - There is interest from the presence of a second son Tiago Jackson , coach of Roma Jayapura . Presence in Jayapura sometimes accompany his father when filled with ...
SON Koteka NEWS
Jayapura , 7/1 ( Jubi ) - Parliament of Papua ( 01/20/2014 04:28 )
Jayapura , 7/1 ( Jubi ) - Parliament of Papua ask regent of Puncak Jaya , Papua find the best solution for the violence that is happening in the region . House Speaker Papua , Tabuni Deerd say , a string of action ...
SON Koteka NEWS
FORFEITURE ACTION ON WEAPON 4 JANUARY 214 ( 01.20.2014 04:25 )
0PM - TPNJayapura , 6/1 ( Jubi ) - " weapon forfeiture action on January 4, 2014 in I glanced at the Police Station , Puncak Jaya is a pure guerrilla operations carried Tengamati Telenggen leader who is a member ...
SON Koteka NEWS
APM SOLO STOP DOWN IN ACTION ( 01.18.2014 11:34)
Solo - Dozens of students from Papua who are members of the Papua Student Alliance ( AMP ) staged demanding Papuan independence in Roundabout Gladag , Solo, Central Java , on Monday ...
SON Koteka NEWS
Shooting in Puncak Jaya is often done by school children and youth ( 01.18.2014 11:30)
Vice Buapati jayaJayapura Peak 08 / 01 ( Jubi ) - Action shooting attacks against civilians and Vice Regent Pucak Jaya : Justus WondaPos Sub Sektorat I glance , Puncak Jaya district police to ...
SON Koteka NEWS
Watch out ! Papua Governor indicated Suffering Illness " Lost " - More Special Diseases " Forget the Past ! " ( 01/18/2014 11:16)
enembeMenanggapi solicitation Governor of Papua , as reported by Luke Enembe TabloidJubi.com 13 , January 2014 , " RELATED MSG ARRIVAL , THE GOVERNOR PARTY INVITE ALL FORGET THE PAST " , and BintangPapua.com ...
SON Koteka NEWS
Police Denies Massacre in Puncak Jaya ( 01.18.2014 11:13)
TEMPO.CO , Jayapura - Papua Police have denied the genocide committed by the citizens in Puncak Jaya regency , Papua . In the Report of the National Committee ...
SON Koteka NEWS
The names of the voters who participated in the 1969 Act of Free Choice in West Papua ( 01/16/2014 09:16 )
ni Voter Names That Come In the Act of 1969 in western Papua Written By Voice of Baptist Papua on August 3 , 2012 | 1:00 AMRakyat Papua Protest Referendum Results Published : Andreas ...
SON Koteka NEWS
Socratez Yoman : Government Bill Papua results LoGA Trace ( 01.16.2014 09:15 )
Socrates Sofyan YomanJayapura - Draft Law ( RUU ) previously called the Government of Papua Special Autonomy Law on Papua Plus were traced directly or copy and paste ...
SON Koteka NEWS
THOUSANDS OF NATIONAL ARMY SENT TO WEST PAPUA ( 01.16.2014 09:06 )
THOUSANDS OF SOLDIERS SENT TO PAPUA BARATRibuan RI TNI Sent Scary footage of West Papuans had just emerged from West Papua . Yesterday , thousands of heavily armed Indonesian troops deployed to ...
SON Koteka NEWS
News Photo : Ten KODAP 10 TPNPB in Papua Papua Independence Day Commemorating 53rd December 1st, 2013 ( 16/1/2014 09:01 )
News Photo : Ten KODAP 10 TPNPB in Papua Papua Independence Day Commemorating The KE 53 December 1, 2013 KODAP Tembagapura Papua KODAP KODAP Tabi Tabi MAMTA KODAP SONAR BEPON Supiori KODAP SONGGA ...
SON Koteka NEWS
Note Papuans Behind Bars ( 01/16/2014 08:56 )
Written By Melanesia Post on Wednesday, December 25, 2013 | 19.41Catatan Papuan People Behind Bars At the end of November 2013http :/ / wpnla.blogspot.comPada end of November 2013 , there are at least 71 ...
SON Koteka NEWS
WPNCL AND NFRPB Is Not Represent the Majority of the People Nation West Papua ( 16/01/2014 08:53 )
WPNCL AND NFRPB Is Not Represent the Majority of the People Nation West Papua Melanesia Post Written By on Thursday, December 26, 2013 | 06.09WPNCL AND NFRPB Is Not Represent the Majority of the People ...
SON Koteka NEWS
WPNCL AND NFRPB Is Not Represent the Majority of the People Nation West Papua - WPNLA | West Papua National Liberation Army ( 01.16.2014 08:55 )
WPNCL AND NFRPB Is Not Represent the Majority of the People Nation West Papua - WPNLA | West Papua National Liberation Army
SON Koteka NEWS
WPNLA News and Media ( 16.01.2014 08:44 )
WPNLA News and Media Summit West Papua National Liberation Army ( WPNLA ) summit West Papua National Liberation Army ( WPNLA ) Photo Summit WPNLANumbay , - WPNLA successfully WPNLA K ... | west papua ...
SON Koteka NEWS
Timika - KNPBNews , ( 01.16.2014 08:43 )
Timika - KNPBNews , To anticipate the MSG team arrived in Timika , the People's Parliament ( PRD ) and its Mimika Papua National Committee ( KNPB ) Timika region are also getting ready to pick up Tim MSG , ...
SON Koteka NEWS
Press Release KNPB ( 01.16.2014 08:36 )
Press Release KNPB we honestly say that the mission of the MSG delegation led by the Foreign Minister of Fiji , Ratu Inoke Kubuabola not successful condition monitoring and fact-finding ...
SON Koteka NEWS
Jayapura , 9/1 ( Jubi ) - There is interest from the presence of a second son Tiago Jackson , coach of Roma Jayapura . Presence (01/20/2014 04:32)
Jackson Tiago , Jayapura , 9/1 ( Jubi ) - There is interest from the presence of a second son Tiago Jackson , coach of Roma Jayapura . Presence in Jayapura sometimes accompany his father when filled with ...
SON Koteka NEWS
Jayapura , 7/1 ( Jubi ) - Parliament of Papua ( 01/20/2014 04:28 )
Jayapura , 7/1 ( Jubi ) - Parliament of Papua ask regent of Puncak Jaya , Papua find the best solution for the violence that is happening in the region . House Speaker Papua , Tabuni Deerd say , a string of action ...
SON Koteka NEWS
FORFEITURE ACTION ON WEAPON 4 JANUARY 214 ( 01.20.2014 04:25 )
0PM - TPNJayapura , 6/1 ( Jubi ) - " weapon forfeiture action on January 4, 2014 in I glanced at the Police Station , Puncak Jaya is a pure guerrilla operations carried Tengamati Telenggen leader who is a member ...
SON Koteka NEWS
APM SOLO STOP DOWN IN ACTION ( 01.18.2014 11:34)
Solo - Dozens of students from Papua who are members of the Papua Student Alliance ( AMP ) staged demanding Papuan independence in Roundabout Gladag , Solo, Central Java , on Monday ...
SON Koteka NEWS
Shooting in Puncak Jaya is often done by school children and youth ( 01.18.2014 11:30)
Vice Buapati jayaJayapura Peak 08 / 01 ( Jubi ) - Action shooting attacks against civilians and Vice Regent Pucak Jaya : Justus WondaPos Sub Sektorat I glance , Puncak Jaya district police to ...
SON Koteka NEWS
Watch out ! Papua Governor indicated Suffering Illness " Lost " - More Special Diseases " Forget the Past ! " ( 01/18/2014 11:16)
enembeMenanggapi solicitation Governor of Papua , as reported by Luke Enembe TabloidJubi.com 13 , January 2014 , " RELATED MSG ARRIVAL , THE GOVERNOR PARTY INVITE ALL FORGET THE PAST " , and BintangPapua.com ...
SON Koteka NEWS
Police Denies Massacre in Puncak Jaya ( 01.18.2014 11:13)
TEMPO.CO , Jayapura - Papua Police have denied the genocide committed by the citizens in Puncak Jaya regency , Papua . In the Report of the National Committee ...
SON Koteka NEWS
The names of the voters who participated in the 1969 Act of Free Choice in West Papua ( 01/16/2014 09:16 )
ni Voter Names That Come In the Act of 1969 in western Papua Written By Voice of Baptist Papua on August 3 , 2012 | 1:00 AMRakyat Papua Protest Referendum Results Published : Andreas ...
SON Koteka NEWS
Socratez Yoman : Government Bill Papua results LoGA Trace ( 01.16.2014 09:15 )
Socrates Sofyan YomanJayapura - Draft Law ( RUU ) previously called the Government of Papua Special Autonomy Law on Papua Plus were traced directly or copy and paste ...
SON Koteka NEWS
THOUSANDS OF NATIONAL ARMY SENT TO WEST PAPUA ( 01.16.2014 09:06 )
THOUSANDS OF SOLDIERS SENT TO PAPUA BARATRibuan RI TNI Sent Scary footage of West Papuans had just emerged from West Papua . Yesterday , thousands of heavily armed Indonesian troops deployed to ...
SON Koteka NEWS
News Photo : Ten KODAP 10 TPNPB in Papua Papua Independence Day Commemorating 53rd December 1st, 2013 ( 16/1/2014 09:01 )
News Photo : Ten KODAP 10 TPNPB in Papua Papua Independence Day Commemorating The KE 53 December 1, 2013 KODAP Tembagapura Papua KODAP KODAP Tabi Tabi MAMTA KODAP SONAR BEPON Supiori KODAP SONGGA ...
SON Koteka NEWS
Note Papuans Behind Bars ( 01/16/2014 08:56 )
Written By Melanesia Post on Wednesday, December 25, 2013 | 19.41Catatan Papuan People Behind Bars At the end of November 2013http :/ / wpnla.blogspot.comPada end of November 2013 , there are at least 71 ...
SON Koteka NEWS
WPNCL AND NFRPB Is Not Represent the Majority of the People Nation West Papua ( 16/01/2014 08:53 )
WPNCL AND NFRPB Is Not Represent the Majority of the People Nation West Papua Melanesia Post Written By on Thursday, December 26, 2013 | 06.09WPNCL AND NFRPB Is Not Represent the Majority of the People ...
SON Koteka NEWS
WPNCL AND NFRPB Is Not Represent the Majority of the People Nation West Papua - WPNLA | West Papua National Liberation Army ( 01.16.2014 08:55 )
WPNCL AND NFRPB Is Not Represent the Majority of the People Nation West Papua - WPNLA | West Papua National Liberation Army
SON Koteka NEWS
WPNLA News and Media ( 16.01.2014 08:44 )
WPNLA News and Media Summit West Papua National Liberation Army ( WPNLA ) summit West Papua National Liberation Army ( WPNLA ) Photo Summit WPNLANumbay , - WPNLA successfully WPNLA K ... | west papua ...
SON Koteka NEWS
Timika - KNPBNews , ( 01.16.2014 08:43 )
Timika - KNPBNews , To anticipate the MSG team arrived in Timika , the People's Parliament ( PRD ) and its Mimika Papua National Committee ( KNPB ) Timika region are also getting ready to pick up Tim MSG , ...
SON Koteka NEWS
Press Release KNPB ( 01.16.2014 08:36 )
Press Release KNPB we honestly say that the mission of the MSG delegation led by the Foreign Minister of Fiji , Ratu Inoke Kubuabola not successful condition monitoring and fact-finding ...
SON Koteka NEWS
Langganan:
Postingan (Atom)





.jpg)
