Tampilkan postingan dengan label TNPB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TNPB. Tampilkan semua postingan

DUA HARI KONFLIK MONI-DANI, 63 ORANG TERLUKA, 2 ORANG TEWAS

Sabtu, 15 Maret 2014

Continue Reading | komentar

AHRC LUNCURKAN LAPORAN KEJAHATAN GENOSIDA DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA (OPERASI MILITER 77-78)

Rabu, 12 Maret 2014

Helikopter Iroquois yang disebut-sebut disediakan oleh Australia dan terlibat dalam aksi pembunuhan masal di Pegunungan Tengah Papua, tahun 1977-1978 (http://www.museumofflight.org)
Jayapura, 23/10 (Jubi) – Asia Human Right Commission (AHRC) akan meluncurkan laporan berjudul Genosida yang terabaikan : Pelanggaran HAM terhadap Rakyat Papua di Pegunungan Tengah, 1977 -1978.

Laporan yang merupakan hasil riset selama lebih dari tiga tahun ini akan diluncurkan besok (Kamis, 24 Oktober 2013). Laporan ini merinci pembunuhan massal dengan berondongan tembakan udara dan pemboman di sekitar Lembah Baliem pada tahun 1977. Laporan ini sendiri, sebelumnya sudah diperkenalkan dalam pertemuan konslutasi Papua di kantor Dewan Gereja Dunia di Geneva dan juga dalam satu side event di Room XXII, Sekretariat PBB, Palais des Nations, Geneva pada bulan September lalu.
Answer Styannes dari AHRC, kepada Jubi (23/10) mengatakan ribuan orang di Papua Barat mengingat kejadian yang telah diuraikan dalam laporan itu. Dalam satu insiden yang dikisahkan oleh para saksi mata, selain pemboman udara dan penembakan membabi buta yang melibatkan pesawat tempur Amerika, saksi korban menceritakan “kekejaman yang tak terkatakan” yang dilakukan tentara Indonesia dalam operasi di pegunungan tengah itu. Di antara kekejaman tersebut antara lain warga yang di sayat dengan pisau cukur, dipaksa makan kotoran tentara, dilemparkan ke dalam sumur, ditenggelamkan, dikubur, dibakar dan direbus hidup-hidup. Tak hanya itu, banyak perempuan yang diperkosa, payudara mereka dipotong  dan organ internal mereka ditarik keluar. Bahkan penis dari korban yang tewas dipotong dan dijejalkan ke dalam mulut mereka. Saksi mata lainnya juga menyebutkan banyak bayi dan anak-anak yang ditembak, dipenggal dan dibakar sampai mati.
Penelitian yang akan dirilis ini, lanjut Answer menjadi salah satu episode paling kejam dalam sejarah Papua Barat. Laporan ini juga mengklaim bahwa dua helikopter disediakan oleh pemerintah Australia dalam operasi militer di tahun 1970 dan terlibat dalam pengeboman yang terjadi di Pegunungan Tengah tahun 1977.
“Dua helikopter Iroquois dipasok oleh Australia berada di antara pesawat yang digunakan oleh komando militer daerah di Papua Barat dalam operasi di Pegunungan Tengah pada tahun 1977 dan 1978 yang menewaskan ribuan warga sipil.” kata Answer.
Laporan ini dikumpulkan dari wawancara saksi korban yang selamat dari operasi militer di 15 kelompok masyarakat yang terkena dampak dan informasi dari catatan sejarah, untuk mengkompilasi sebuah daftar dari nama-nama 4146 korban yang diidentifikasikan sebagai korban pembunuhan.
“Laporan ini konsisten dengan perkiraan korban yang tewas dalam operasi 1977-1978 yang berjumlah antara 5000 dan hingga puluhan ribu.” ujar Answer.
Direktur Kebijakan dan Program AHRC, Basil Fernando menyebutkan “pola kekerasan massal” yang terjadi ini merupakan kejahatan genosida, dimana korban tewas mencapai 5000 hingga puluhan ribu.
“Yang paling mengejutkan adalah bahwa selama bertahun-tahun hampir tidak pernah ada penyelidikan terkait kasus pembunuhan massal ini, dan isu-isu politik  tetap tidak terselesaikan,” lanjut Fernando.
AHRC, menurut Fernando menyerukan permintaan maaf, ganti rugi dan proses dialog dari pemerintah Indonesia sebagai “langkah penting” menuju keadilan dan mencapai rekonsiliasi.
Pemerintah Indonesia hingga hari ini tidak pernah mengakui bahwa pembunuhan massal dan kejahatan terjadi dalam operasi militer di Pegunungan Tengah dan juga membantah pernah menggunakan napalm atau bom cluster di Papua. (Jubi/Victor Mambor)
Continue Reading | komentar

PENGREBEKAN MARKAS OPM ADA REKAYASA

Jumat, 28 Februari 2014

JAYAPURA –Penggerebekan terhadap anggota OPM di Kampung Sasawa, Kabupaten Kepulauan Yapen tangggal 1 Februari lalu hingga menangkap sebanyak 10 orang dan salah satu dari kelompok mereka tewas tertembak, diduga ada rekayasa.Hanya saja, rekayasa dalam aksi penggerebekan itu belum diketahui motifnya seperti apa dan apakah ada oknum dibalik layar, sehingga membuat situasi tidak kondusif.Adanya dugaan rekayasa ini diungkapkan anggota DPRP Ir. Wenand Watory kepada wartawan, kemarin di DPRP.
“Informasi yang saya dapat bahwa kejadian tidak signifikan, tapi ini juga perlu ditelusuri oleh pihak keamanan apakah ini betul prosesnya itu murni atau kah ada gerakan oleh rakyat atau memang ini sebuah rekayasa karena saya banyak dengar cerita saat turun di daerah itu lebih banyak rekayasa,” kata 
Menurutnya, rekayasa dalam penembakan yang terjadi di Kepulauan Yapen motifnya hingga saat ini belum diketahui dan secara pribadi, pihaknya tidak masuk akal karena gerakan yang dilakukan oleh kelompok tersebut masuk ke Kota, apalagi daerah itu merupakan pulau yang sangat kecil. “Serui itu merupakan pulau kecil tidak mungkin orang melakukan gerakan lalu sampai di tengah Kota itu menurut saya tidak masuk akal atas peristiwa yang terjadi lalu,” tuturnya.

Untuk itu, diharapkan kepada Pemerintah dan juga kepada pihak keamanan menyelesaikan persoalan yang terjadi di Kepulauan Yapen agar jangan rakyat dikorbankan terus. “Jangan rekayasa membuat situasi tidak kondusif, sebab sekarang ini pelajar tidak sekolah padahal sudah dekat ujian, mulai dari SD maupun SMP,” katanya 
Hal seperti ini, menurut dia, masyarakat tidak bisa leluasa untuk melakukan aktivitas, terutama bertani, sehingga ekonomi kerakyatan di daerah itu sangat  terganggu. “Ini harus diselesaikan oleh pihak keamanan dan harus jujur dengan kejadian ini. Jangan terus bermain-main di belakang layar lalu menciptakan suasana yang mengorbankan masyarakat dan tidak etis kalau saya menceriterakan semua ini,” katanya.
Dikatakan, kedatangan di wilayahnya yang merupakan wilayah pembangunan Dapil II sengaja datang untuk merekam situasi yang terjadi disana, dan masyarakat mengeluh karena mereka kebanyakan menyampaikan bahwa peristiwa itu merupakan rekayasa. Nah, siapa yang merekaya itu merupakan tugas kepolisian untuk mengungkap hal ini,” katanya.
Untuk dirinya mengklaim bahwa, pihaknya akan melakukan pengawasan di daerah itu tetapi yang lebih teknis adalah aparat kepolisian untuk mendeteksi siapa dibalik layar itu. “Siapapun dia harus ditegaskan supaya situasi tidak dipelihara karena hal ini bisa mengganggu pesta demokrasi,” ujarnya. (Loy/don/L03)
Continue Reading | komentar

Aksi Baku Tembak Berlanjut di Puncak Jaya: Warga Tak Bisa Ibadah, Pemerintah Tak Ada

Minggu, 26 Januari 2014


Kota Puncak Jaya. Foto: Dok MS


Penulis : Admin MS | Minggu, 26 Januari 2014 22:55

Puncak Jaya, MAJALAH SELANGKAH -- Salah satu warga Puncak Jaya, Melky malam ini, Minggu, (26/01/14) Pukul 09. 20 WIT kepada majalahaselangkah.com melalui telepon selulernya mengabarkan, aksi tembak-menembak antarTentara Nasional Indonesia (TNI) dan Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka masih berlanjut.

"Kami tidak bisa ibadat hari Minggu karena takut. Pemerintah daerah dan DPRD juga tidak ada. Malam ini juga kami takut, tidak ada yang keluar malam," kata ketika dihubungi majalahselangkah.com.

"Saya juga takut jadi tidak keluar. Tentara juga jalan patrol jadi. Apalagi ada bakar-bakar rumah. Nanti kami yang jadi korban. Kenapa pemerintah dan DPRD diamkah. Mulia aktivitas tidak ada ini, masyarakat bisa mati kelaparan," katanya.

Diketahui,  Jumat, (24/01/14) lalu sempat terjadi kontak senjata antarTNI dan TPN/OPM di Pintu Angin, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua.  Kontak senjata itu mengakibatkan dua orang tewas. Masing-masing dari pihak TNI atas nama Pratu Sugianto. Sementara, korban tewas dari pihak TPN/OPM bernama Endenak Telenggen.

Tapi, TNI mengklaim, korban tewas pihak TPN/OPM berjumlah 3 orang. Majalahselangkah.com belum mendapatkan konfirmasi dari TPN/OPM soal ini.

Seperti  diberitakan sebelumnya di media ini,  sumber majalahselangkah.com melaporkan, "Selama 4 hari TNI melakukan patroli di daerah Yambi. Tadi siang, aparat (TNI) baku ketemu TPN/OPM dan terjadi baku tempat. Kami dapat informasi, TPN/OPM kelompok Rambo menembak dua tentara. Satu meninggal dan satu anggota dibawa ke Jayapura jam 4 (pukul 16:00:red) dari Puncak Jaya".

Hingga mala mini, Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih  bekum memberikan keterangan resmi soal ini.

Dikuti komnas-tpnpb.net, Komandan Operasi TPN/OPM Wilayah Puncak Jaya, Lekagak Telenggen mengatakan, pihaknya menembak anggota TNI, karena sejumlah TNI itu masuk ke markasnya.

"Kalau TNI masuk ke area markas kami pasti siksa masyarakat bahkan bunuh itu yang kami lawan mereka," ujar Lekagak.

Ia meminta, TNI jangan masuk ke Yambi atau dekat markas TPNPB. Kalau masuk, kata dia, pihaknya tetap melawan. "Jangan siksa atau bunuh masyarakat kalau mau lawan, dengan kami TPNPB-OPM," tegas Lekagak kepada media itu.
(GE/MS)
Continue Reading | komentar

Anak Buah Goliath Tabuni

100 Anak Buah Goliath Tabuni Turun Gunung


WAMENA [PAPOS] – Sebanyak 100 orang anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Goliath Tabuni dan Okiman yang selama ini beroperasi di wilayah Puncak Jaya dan sekitarnya telah turun dari gunung/ hutan untuk bergabung bersama masyarakat.
Bahkan 100 orang ini oleh Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, dididik menjadi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pernyataan ini diungkapkan oleh Bupati Puncak Jaya Henok Ibo kepada wartawan, Rabu [18/12] kemarin sore di Hotel Baliem Pilamo – Kota Wamena.
Dari pengakuan anak buah Goliath, mengatakan bahwa mereka sudah sangat bosan tinggal di hutan selama bertahun  - tahun. “Mereka sudah sangat – sangat bosan sekali mereka,”tambahnya.
Lanjut Henok Ibo, 100 orang pengikut Goliat Tabuni ini, bahkan bersama – sama dengan masyarakat Puncak Jaya mengikuti perayaan Natal bersama pada tanggal 11 Desember lalu dan sekaligus peringatan satu tahun pasangan Bupati Puncak Jaya Henok Ibo dan Wakil bupati Yustus Wonda, memimpin di kabupaten ini. 
“Sebenarnya kami sudah undang Goliath Tabuni juga sebagai pemimpin. Dari kelompok – kelompok itu ada sekitar 100 orang ikut natal,”ujarnya.
Menurutnya turunnya 100 anak buah Goliath Tabuni suatu kabar yang menggembirakan dan sudah mulai mengarah kepada arah yang lebih baik untuk stabilitas keamanan di kabupaten yang selama ini, sering mendapat gangguan keamanan dari Kelompok Sipil Bersenjata.
“Sekarang persoalan hanya Goliath Tabuni dan Okiman saja.  Pengikut mereka sekarang sudah masuk di kota. 100 orang yang masuk ke Mulia ini, mereka sekitar enam bulan lalu mereka turun dan kita tempatkan di Satpol PP. Jadi saya melihat keadaan sekarang sudah membaik. Walaupun ada persoalan tetapi hanya sedikit saja.
Saat ini kelompok bersenjata yang masih sering mengganggu di lajuran Mulia – Illu.  Tetapi menurutnya, secara keseluruhan keadaan masyarakat tidak terganggu.
Dibohongi
Turunnya 100 anak buah Goliath ini dan masuk ke Kota Mulia, karena selama ini mereka merasa sudah dibohongi soal Papua Merdeka.
“Masyarakat ini kan merasa selama ini ada pembohongan soal Papua Merdeka. Makanya mereka berbalik semua ke NKRI,”ungkapnya.
Saat berada di Wamena kemarin. Kapolres Puncak Jaya Marselis telah menelpon dirinya sebagai pengikut bupati dan mengatakan pengikut Goliath Tabuni hanya tinggal 15 orang saja. “Pengikut lainnya tidak mau balik lagi dan ini kemajuan yang luar biasa,”akunya.
Sebenarnya Pemkab Puncak Jaya sudah mengundang secara khusus pimpinan OPM Goliat Tabuni saat Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang diselenggarakan pemerintah pada awal Oktober lalu.
“Saya membuat KKR dan mengundang Goliath. Tapi dia bilang Bapak Ibo undang saya maksudnya untuk apa. Saya katakan, Kamu dua (Goliath dan Okiman-red) harus pisahkan yang saya undang itu KKR untuk keselamatan. Kalau yang perjuangan Papua Merdeka itu sendiri. Jadi  dari situ yang saya lihat dia sepertinya sudah mulai melemah sekali. Masyarakat sekarang ini mereka sudah dipihak pemerintah sudah berbalik semua,”terangnya.
Bangun 100 Rumah OPM
Untuk itu rencananya tahun 2014, dengan menggunakan dana APBD, pemerintah akan membangun 100 rumah layak huni bagi para mantan OPM.
Dimana 50 unit rumah akan dibangun di Distrik Tingginambut. Sedangkan sisanya 50 akan dibangun di pinggir jalan.
“Dari Gubernur juga ada membantu khusus untuk mereka dan tujuan mereka membantu untuk dapat pelayanan yang baik,”ucapnya.
Sementara itu di Distrik Tingginambut sendiri pemerintah juga sudah membangun kantor distrik, sekolah yang rusak dan dibakar kelompok Goliath juga telah dibangun. Kemudian aliran listrik juga sudah mulai ada. “Termasuk perumahan juga sudah dibangun. Termasuk SD yang hancur juga sudah dibangun. Rencana pada bulan Januari listrik sudah menyala di Tingginambut dan kami akan berikan kepada mereka televise biar mereka sudah bisa menyaksikan siarannya,”jelasnya.[tho]
Continue Reading | komentar

PM Vanuatu Minta Anggota Persemakmuran Dukung West Papua

Sabtu, 25 Januari 2014

Continue Reading | komentar

KOTEKA PUTRA NEWS

Sekitar 58.300 hasil (0,29 detik) 

Hasil Telusur


  1. Voice of Baptist Papua - Blogger

    suarabaptis.blogspot.com/‎
    15 Agt 2013 - Welcome to Suara Baptis Papua Online. Loading. ... Written By Voice Of Baptist Papua on August 21, 2013 | 10:54 PM ...
    Anda telah mengunjungi laman ini berkali-kali. Kunjungan terakhir: 14/01/19

  2. Media Online Suara Baptis Papua

    suarabaptis.org/‎
    24 Jul 2013 - Written by Suara Baptis Papua: Category: Dialog Papua-Indonesia ... asasi manusia yang dikampanyekan gereja baptis di Lanny Jaya, Papua.

  3. Suara Baptis Papua | Facebook

    https://id-id.facebook.com/pages/Suara-Baptis-Papua/377794418908186‎
    Suara Baptis Papua, Jayapura, Indonesia. 88 likes · 1 talking about this. Misinya mewujudkan Perdamaian Papua melalui publikasi suara-suara kaum tak ...

  4. / Suara Baptis Online

    www.suarabaptis.com/‎
    20 Nov 2013 - Itu sebabnya, Badan Pengurus Daerah Gabungan Gereja Baptis Indonesia ... Jika di Kanggime terletak di atas pegunungan tengah Papua ...

  5. Suara baptis papua - YouTube

    www.youtube.com/user/pgbp1‎Terjemahkan laman ini
    Suara baptis papua · Home · Feed ... Satukan Hati Untuk Papua. 195 views; 2 years ago. Thumbnail 5:33. Watch Later · Tanah Papua Yang di berkati. 133 views ...

  6. PAPUA - ISRAEL NEWS: SUARA BAPTIS PAPUA: Socrates: UU ...

    papua-israel.blogspot.com/.../suara-baptis-papua-socrates-uu-otsus.html‎
    17 Mar 2011 - SUARA BAPTIS PAPUA: Socrates: UU Otsus Solusi Politik Bukan Kesejahte...: "JAYAPURA—Seluruh umat Tuhan di Tanah Papua, terutama ...

  7. SUARA BAPTIS PAPUA: Eight Papuan nurses arrested for

    papua-israel.blogspot.com/.../suara-baptis-papua-eight-papuan-nurses.ht...‎
    17 Mar 2011 - SUARA BAPTIS PAPUA: Eight Papuan nurses arrested for 'incitement' over... Eight nurses and midwives have been arrested in West Papua for ...

  8. DUBES NEW ZELAND: SEMUA PIHAK HARUS DUDUK BERSAMA ...

    tabloidjubi.com › Papua News › Jayapura‎
    15 Apr 2013 - Salah satunya terkait permasalah yang ada di Papua selama ini. ... Suara Baptis Papua · Top Commenter · MEDIA AND BAPTIST HUMAN ...

  9. Suara Baptis Papua (WendaPapua) on Twitter

    https://twitter.com/WendaPapua‎Terjemahkan laman ini
    Suara Baptis Papua Protected Tweets. @WendaPapua. Give to the best to our nations and voice of voiceless. Jayapura · suarabaptis.org · 758 Tweets · 235 ...

  10. PAPUA MERDEKA! News: Bersuara Karena & Untuk KEBENARAN!

    papuapost.com/‎
    Catatan dari Markas Pusat Pertahanan Tentara Revolusi West Papua .... Komisi Pemilihan Umum Papua Barat (KPUPB) Terima 11.000 Kotak Suara dari ...
    Anda telah mengunjungi laman ini 2 kali. Kunjungan terakhir: 14/01/19
Continue Reading | komentar

Jayapura, 7/1 (Jubi) – DPR Papua

Senin, 20 Januari 2014

Jayapura, 7/1 (Jubi) – DPR Papua meminta Bupati Puncak Jaya, Papua mencari solusi terbaik kekerasan yang selama ini terjadi di wilayah itu.
Ketua DPR Papua, Deerd Tabuni mengatakan, rangkain aksi kekerasan yang terjadi di Puncak Jaya dalam beberapa hari terakhir tentu akan berdampak pada ekonomi di wilayah itu.
“Tentu dampaknya berpengaruh pada ekonomi di sana. Saya mengharapkan Bupati Puncak Jaya sebagai kepala daerah di sana agar bisa mencari solusi. Hanya saja yang saya pertanyakan, bupati sekarang dimana? Sulit menghubunginya. Saya sayangkan setiap ada kasus bupati selalu hilang,” kata Deerd Tabuni, Selasa (7/1).
Menurutnya, DPR Papua juga siap membentuk tim dan menfasilitasi semua pihak untuk duduk bersama. Termasuk kelompok yang berseberangan.
“Kami DPR Papua siap membentuk tim untuk turun ke sana agar masyarakat jangan jadi korban. Apalagi kalau terjadi pengejaran,” ujarnya.
Kata Deerd, ia khawatir masalah di Puncak Jaya akan semakin besar. Untuk itu semua pihak harus duduk bersama membicarakan masalah ini.
“Kami juga pertanyakan mana OPM yang diklaim 100 orang turun gunung lalu. Itu OPM dari pos atau wilayah mana? Ini harus jelas,” katanya lagi.
Deerd juga menilai polisi yang betugas di Pos Polisi Kulirik kecolongan lantaran sebagai besar meninggalkan pos jaga sehingga kelompok bersenjata menyerang dan merampas delapan pucuk senjata api.
“Pos juga kecolongan. Pos Polisi hanya dua orang dan senjata ditinggal begitu saja. Padahal itu wilayah rawan. Apakah Ini ada skenario atau apa? Untuk itu saya pikir perlu dibentuk tim agar semua bisa ketahuan apa yang sebenarnya terjadi di sana dan senjata yang dirampas itu harus dikembalikan. Itu cara terhormat,” ujar Deerd.
Continue Reading | komentar

AKSI PERAMPASAN SENJATA PADA 4 JANUARI 214

0PM-TPN
Jayapura,6/1(Jubi)—- “Aksi perampasan senjata pada 4 Januari 2014 di Pos Polisi Kulirik, Puncak Jaya adalah murni operasi gerilya dibawa pimpinan Tengamati Telenggen yang merupakan anggota TPN-PB dari Pimpinan Panglima Gen. Goliat Tabuni,” tegas Victor Yeimo melalui situs web resmi KNPB
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mengatakan tidak perlu ada spekulasi tentang siapa pelaku dan motif perampasan senjata di Kulirik, Puncak Jaya yang masih terjadi selama 10 tahun belakangan ini. Sebab daerah ini secara nyata, sudah dan sedang berlangsung perlawanan bersenjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) dan Militer Kolonial Indonesia yakni TNI dan Polri.
Tentara Pembebasan Nasional West Papua dibawah komando Panglima Gen. Goliat Tabuni sudah berulang kali menyampaikan bahwa tujuan perang terbuka dan perang gerilya yang sedang terjadi adalah murni untuk mengusir pendudukan kolonial Indonesia diatas tanah West Papua. Sehingga, Goliat Tabuni berulang kali menolak penyebutan OTK, GPK/B, Teroris, dan sebutan lainnya yang bertujuan untuk mereduksi nilai perjuangannya.
“Aksi perampasan senjata pada 4 Januari 2014 di Pos Polisi Kulirik, Puncak Jaya adalah murni operasi gerilya dibawa pimpinan Tengamati Telenggen yang merupakan anggota TPN-PB dari Pimpinan Panglima Gen. Goliat Tabuni. Aksi perampasan senjata adalah salah satu taktik gerilya yang selalu ada dalam dunia perang dan perjuangan, sehingga sangat salah bila Poengky Indarti dari Imparsial yang tidak tahu situasi lapangan Puncak Jaya itu menyebut aksi gerilya itu sebagai gangster atau untuk kepentingan uang dan Pilkada,” kata Victor Yeimo.
Menurut KNPB, aksi gerilya TPN-OPM bukan hal baru, sehingga TNI/Polri, NGO, dan semua pihak terutama media-media lokal dan nasional Indonesia tidak perlu mencari-cari pelaku aksi, karena TPN/OPM adalah pelaku yang selalu eksis melakukan perlawanan sekalipun tidak ada Pilkada atau kepentingan kolonial lainnya. Berulang kali Goliat mengatakan dirinya dan semua anggota yang tersebar tidak sedang perang untuk soal makan minum atau uang, tetapi murni memperjuangkan pembebasan bangsa Papua.
Goliat Tabuni adalah anggota resmi TPN-PB dibawah komando Kelly Kwalik di era 90-an hingga 2004. Di Puncak Jaya ia diangkat menjadi panglima wilayah dan pada Kongres TPB-PB di Biak 2012 lalu, Goliat terpilih menjadi Panglima Tinggi TPN-PB.  Goliat dilantik pada 14 Desember 2012 di Tingginabut, Puncak Jaya. TPN-PB adalah sayap pertahanan militer Papua Barat yang berjuang untuk cita-cita kemerdekaan Papua Barat.
Menurut Web KNPB, penyebutan pelaku sebagai OTK, GPK/B, Gangster dan lain-lainnya justru memiliki dampak fatal bagi proses pengambilan resolusi antara subjek konflik, dan lebih parah lagi, penyebutan yang kabur justru akan dimanfaatkan oleh kepentingan penguasa dan petinggi militer yang selalu bermain di air keruh. Pihak-pihak yang ikut mengaburkan pelaku konflik justru terkesan memelihara konflik.
Sebelumnya, Kapolres Puncak Jaya, AKBP Marcelis juga menyebutkan pelaku penyerangan Pos Polisi di distrik Kulirik, Puncak Jaya adalah kelompok Leka Telenggen. Kapolres Puncak Jaya menyebut kelompok bersenjata ini sebagai kelompok binaan.
“Mereka ini sebenarnya anak binaan yang diikutsertakan untuk menjaga pembuatan jalan di Puncak Jaya tetapi entah bagaimana hal itu bisa terjadi,” kata Marcelis, (5/1).
Marcelis juga mengatakan Leka dan Tengamati Telenggen bersama beberapa teman-temannya mengambil senjata milik anggota Polres Puncak Jaya, bukan Brimob. Para pelaku ini merupakan anggota kelompok Goliat Tabuni. Saat ini, tengah dilakukan pendekatan kepada kelompok adat dan tokoh agama, juga masyarakat agar meminta Leka Telenggen dan rekan-rekannya ini mau mengembalikan senjata yang mereka ambil. (Jubi/Mawel)
Continue Reading | komentar

Socratez Yoman: RUU Pemerintahan Papua Hasil Jiplak UU Pemerintahan Aceh

Kamis, 16 Januari 2014

Socrates Sofyan Yoman
Jayapura — Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemerintahan Papua yang sebelumnya disebut Undang-Undang Otonomi Khusus Plus Papua merupakan hasil jiplakan atau copy paste langsung dari UU Pemerintahan Aceh. 

Hal ini disampaikan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (PGBP), Pdt. Socratez Sofyan Yoman, ketika menghubungi suarapapua.com, Kamis (22/8/2013). 
“Saya sudah baca naskah akademis RUU Pemerintah Papua yang disusun oleh Felix Wanggai Cs, dan saya bisa katakan dengan tegas, bahwa RUU ini murni menjiplak UU Pemerintah Aceh,” ujar Yoman.
"Yoman mencontohkan, pada halaman 89, pasal 1 dari naskah akademisi pokok-pokok pemikiran tentang RUU Pemerintahan Papua berbunyi, “Pemerintahan Papua mempunyai kewenangan menetapkan ketentuan di bidang pers dan penyiaran berdasarkan nilai Islam.”
“Ini agak ganjil sekali, apakah penyiaraan dengan nilai-nilai Islam sangat relevan dan kontekstual dengan situasi di Papua? Kan tidak, kalau Aceh memang tepat karena mayoritas Islam. Ini jelas-jelas copy paste dari UU Pemerintah Aceh,” tegas Yoman.
Contoh lain, beber Yoman, pada halaman 99 point 5 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) berbunyi, “Tindak Pidana yang dilakukan oleh prajurit TNI di Aceh diadili sesuai dengan peraturan perundang-undangan.”
“Ketahuaan jiplak atau copy paste, UU Pemerintah Papua, kok nama Aceh masih dibawa-bawa dalam RUU ini. Saya kira Felix Wanggai Cs telah menunjukan ketidaktahuaan mereka lagi,” ujar Yoman.
Contoh lain lagi, lanjut Yoman, pada halaman 100 point 6 berbunyi, “Pemberhentian Kepala Kepolisian Aceh dilakukan oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.”
“Bisa dilihat, lagi-lagi nama Aceh disebut-sebut dalam naskah akademis RUU Pemerintah Papua yang disusun, dan dianggap kontekstual dengan kebutuhan di tanah Papua. Saya kira ini sangat tidak masuk di akal,” tegas Yoman.
Menurut informasi yang dihimpun media ini, RUU Pemerintahan Papua dibuat dengan melibatkan akademisi dari Universitas Cenderawasih Papua, yang diketahui langsung oleh Dekan Fakultas Hukum Uncen, Martinus Salosa.
Continue Reading | komentar

RIBUAN TENTARA NASIONAL DIKIRIM KE PAPUA BARAT

RIBUAN TENTARA RI DIKIRIM KE PAPUA BARAT

Ribuan TNI Dikirim Ke Papua Barat

Scary rekaman baru saja muncul dari Papua Barat.
Kemarin, ribuan bersenjata lengkap tentara Indonesia dikerahkan ke perbatasan Papua Nugini harus "siap untuk mengamankan itu"




Perhatikan Video Ini : 

.


Ini terjadi hanya satu hari setelah tambahan 2.000 tentara Indonesia dikirim ke Papua Barat dari Makasar, Indonesia.  Membangun besar ini sampai tentara lebih Indonesia begitu dekat dengan Papua Nugini tidak kurang dari ancaman bagi negara yang pemerintahnya mulai menunjukkan tanda-tanda mendukung orang-orang yang di sisi lain, dan sebagai senjata yang sangat berbahaya terhadap ribuan bersalah pengungsi Papua Barat yang melarikan diri melintasi perbatasan untuk melarikan diri serangan militer Indonesia.
 
Harap simpan masyarakat Papua di ini mendengar dan pikiranmu, terutama pada saat ini ketegangan besar.
Jika Indonesia menganggap Papua adalah "Indonesia", mengapa mereka terus mengirim puluhan ribu tentara untuk penyiksaan, pemerkosaan dan pembunuhan apa mereka berani menggambarkan sebagai orang-orang mereka sendiri?
 
PBB tidak bisa tetap buta terhadap genosida ini. Papua bukan Tanah Damai sementara itu terus secara ilegal diduduki oleh 32 ribu tentara Indonesia.
Orang-orang Papua Barat membutuhkan bantuan Anda.
By. Admin / Share dari www.freewestpapua.org
 
Continue Reading | komentar

News Photo : 10 Sepuluh KODAP TPNPB di Papua Memperingati HUT Kemerdekaan Papua Yang KE 53 1 Desember 2013

News Photo : 10 Sepuluh KODAP TPNPB di Papua Memperingati HUT Kemerdekaan Papua Yang KE 53 1 Desember 2013

KODAP Tembagapura Papua
KODAP Tembagapura Papua
KODAP TABI
KODAP TABI
KODAP TABI MAMTA
KODAP TABI MAMTA
KODAP SONAR BEPON SUPIORI
KODAP SONAR BEPON SUPIORI
KODAP SONGGA TINGGIE FAK-FAK
KODAP SONGGA TINGGIE FAK-FAK
KODAP BINTANG TUJUH YAHUKIMO
KODAP BINTANG TUJUH YAHUKIMO
KODAP BINTANG TUJUH
KODAP BINTANG TUJUH
KODAP BINTANG SIFIK
KODAP BINTANG SIFIK
Continue Reading | komentar

Sport

Entertainment slider

 photo anigif_zpsb793f8d3.gif

Like





Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. KOTEKA PUTRA - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger