Tampilkan postingan dengan label INFO PAPUA DUNUG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO PAPUA DUNUG. Tampilkan semua postingan
DUA HARI KONFLIK MONI-DANI, 63 ORANG TERLUKA, 2 ORANG TEWAS
Label:
AMP,
INFO ANAK KOTEKA,
INFO PAPUA DUNUG,
TNPB,
WPNCL
AHRC LUNCURKAN LAPORAN KEJAHATAN GENOSIDA DI PEGUNUNGAN TENGAH PAPUA (OPERASI MILITER 77-78)
Rabu, 12 Maret 2014
![]() |
| Helikopter Iroquois yang disebut-sebut disediakan oleh Australia dan terlibat dalam aksi pembunuhan masal di Pegunungan Tengah Papua, tahun 1977-1978 (http://www.museumofflight.org) |
Laporan yang merupakan hasil riset selama lebih dari tiga tahun ini akan diluncurkan besok (Kamis, 24 Oktober 2013). Laporan ini merinci pembunuhan massal dengan berondongan tembakan udara dan pemboman di sekitar Lembah Baliem pada tahun 1977. Laporan ini sendiri, sebelumnya sudah diperkenalkan dalam pertemuan konslutasi Papua di kantor Dewan Gereja Dunia di Geneva dan juga dalam satu side event di Room XXII, Sekretariat PBB, Palais des Nations, Geneva pada bulan September lalu.
Answer Styannes dari AHRC, kepada Jubi (23/10) mengatakan ribuan orang di Papua Barat mengingat kejadian yang telah diuraikan dalam laporan itu. Dalam satu insiden yang dikisahkan oleh para saksi mata, selain pemboman udara dan penembakan membabi buta yang melibatkan pesawat tempur Amerika, saksi korban menceritakan “kekejaman yang tak terkatakan” yang dilakukan tentara Indonesia dalam operasi di pegunungan tengah itu. Di antara kekejaman tersebut antara lain warga yang di sayat dengan pisau cukur, dipaksa makan kotoran tentara, dilemparkan ke dalam sumur, ditenggelamkan, dikubur, dibakar dan direbus hidup-hidup. Tak hanya itu, banyak perempuan yang diperkosa, payudara mereka dipotong dan organ internal mereka ditarik keluar. Bahkan penis dari korban yang tewas dipotong dan dijejalkan ke dalam mulut mereka. Saksi mata lainnya juga menyebutkan banyak bayi dan anak-anak yang ditembak, dipenggal dan dibakar sampai mati.
Penelitian yang akan dirilis ini, lanjut Answer menjadi salah satu episode paling kejam dalam sejarah Papua Barat. Laporan ini juga mengklaim bahwa dua helikopter disediakan oleh pemerintah Australia dalam operasi militer di tahun 1970 dan terlibat dalam pengeboman yang terjadi di Pegunungan Tengah tahun 1977.
“Dua helikopter Iroquois dipasok oleh Australia berada di antara pesawat yang digunakan oleh komando militer daerah di Papua Barat dalam operasi di Pegunungan Tengah pada tahun 1977 dan 1978 yang menewaskan ribuan warga sipil.” kata Answer.
Laporan ini dikumpulkan dari wawancara saksi korban yang selamat dari operasi militer di 15 kelompok masyarakat yang terkena dampak dan informasi dari catatan sejarah, untuk mengkompilasi sebuah daftar dari nama-nama 4146 korban yang diidentifikasikan sebagai korban pembunuhan.
“Laporan ini konsisten dengan perkiraan korban yang tewas dalam operasi 1977-1978 yang berjumlah antara 5000 dan hingga puluhan ribu.” ujar Answer.
Direktur Kebijakan dan Program AHRC, Basil Fernando menyebutkan “pola kekerasan massal” yang terjadi ini merupakan kejahatan genosida, dimana korban tewas mencapai 5000 hingga puluhan ribu.
“Yang paling mengejutkan adalah bahwa selama bertahun-tahun hampir tidak pernah ada penyelidikan terkait kasus pembunuhan massal ini, dan isu-isu politik tetap tidak terselesaikan,” lanjut Fernando.
AHRC, menurut Fernando menyerukan permintaan maaf, ganti rugi dan proses dialog dari pemerintah Indonesia sebagai “langkah penting” menuju keadilan dan mencapai rekonsiliasi.
Pemerintah Indonesia hingga hari ini tidak pernah mengakui bahwa pembunuhan massal dan kejahatan terjadi dalam operasi militer di Pegunungan Tengah dan juga membantah pernah menggunakan napalm atau bom cluster di Papua. (Jubi/Victor Mambor)
Label:
AMP,
INFO ANAK KOTEKA,
INFO PAPUA DUNUG,
INFO PAPUA HUNUG,
INFO PUNCAK JAYA,
KABA PAPUA,
KNPB,
MELANESIA,
OPM-TPN,
SUARA KOTEKA,
TNPB,
WPNCL,
WPNLA
BENYAMIN LAGOWAN: HIV/AIDS DI PAPUA IBARAT PUNCAK GUNUNG ES
![]() |
| Ilustrasi kampanye stop AIDS (beritakendal.com) |
Karena itu, Lagowan mengaku ragu dengan keakuratan data dinas kesehatan Prov. Papua per Triwulan Pertama, yang mengumumkan 13.374 penduduk Papua terinfeksi HIV-AIDS,
Pasalnya, angka orang yang terinfeksi HIV/AIDS itu hanya sebatas yang mampu dijangkau dalam pendataan, belum termasuk yang belum terdata, ini terlihat pada beberapa Kabupaten yang pada laporan kasusnya tidak ada alias nol.
Kebenaran akan data nol itu, baginya menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat, dia mencontohkan Kabupaten Asmat,Sarmi,Waropen yang dilaporkan tidak memilki data kasus penyakit yang meretas kekebalan tubuh manusia itu.
Sementara di Kabupaten Lani Jaya dan Puncak Jaya dan lainnya, jumlah kasusnya tidak sampai mencapai angka duapuluh.
“Apakah data itu benar-benar hasil pendataan dan pemeriksaan yang merata, atau hanya berdasarkan orang yang datang memeriksakan diri. Kalau seperti itu, maka tidak bisa dibantahkan bahwa fenomena gunung es untuk dua penyakit ini masih tetap kokoh,” tulisnya kepada tabloidJubi.com melalui surat eletronik, Kamis, (6/2).
Bintang film “Cinta dari Wamena” ini mengingatkan, kasus HIV-AIDS di Papua lebih dari data yang ada.
Sampai pada titik ini, katanya, data kasus HIV-AIDS yang terungkap hanya puncaknya saja, sedang bagian bawahnya belumlah diketahui karena masih belum terdata alias masih tersembunyi bagaikan bagian dasar es di laut.
Menurutnya, Pemerintah tidak boleh lagi berpaling dari fakta bahwa Papua menduduki peringkat pertama untuk HIV/AIDS pada 2013 kemarin.
Namun agaknya, kata Lagowan, hal ini belum ditanggapi dengan serius oleh para pemangku jabatan di negeri Bangsa Papua ini.
Selain gaya hidup yang ditandai dengan gonta-ganti pasangan, penyakit ini juga dapat menular melalui transfusi darah/ donor darah, atau air susu ibu kepada bayi serta penggunaan jarum suntik bekas pakai.
Namun menurutnya, hal- hal sederhana ini, justru tidak pernah mendapat perhatian serius sehingga kasus ini terus meningkat.
Pada kesempatan terpisah, direktur Yayasan Suara Perempuan Papua, menilai pemerintah tidak memanfaatkan anggaran dengan baik, untuk menekan lajunya virus yang mengancam eksistensi manusia ini.
“Kita dengar anggarannya banyak yang masuk, tetapi kasusnya terus meningkat,”ujarnya kepada media ini.
Menurut dia, kinerja Komisi Penanggulangan HIV AIDS, mulai tingkat provinsi hingga kabupaten tidak maksimal. “Kalau kerjanya hanya sosial yang sifatnya seremonial sangat tidak berdampak,”tukasnya.
Kalau mau, saran pria gimbal ini, pemerintah harus mengubah pola penanggulanganya. Bisa dimulai dengan hal sederhana seperti aksi turun kampung.
Langganan:
Postingan (Atom)




